Bab 1 Bisikan dari Bayang-Bayang
Demi menyelamatkan kakak kembarnya yang sakit parah, Lee Seo-yeon menyamar sebagai pria dan masuk bekerja di istana. Namun di hari pertamanya di istana, ia justru melihat rahasia putra mahkota yang dingin, dan sang putra mahkota tampaknya tahu siapa dirinya.
Di atas meja kayu tua tergeletak selembar kertas. Tulisan tangan di atasnya terasa aneh akrab, seolah pernah dilihat dalam mimpi.
“Kalau begini terus, kita harus menyusun rencana baru.” Suara itu terdengar pelan tetapi cukup tegas untuk membuat semua orang di sana menoleh.
“Kau yakin benar-benar mau melakukan itu?” tanya lawan bicaranya sambil mengangkat alis. Lee Seo-yeon mengangguk pelan, tanpa sisa keraguan di matanya.
Sinar matahari pagi menyusup lewat tirai tipis ke dalam kamar. Kicau burung dari kejauhan membuat suasana terasa terlalu tenang untuk dipercaya bahwa kemarin baru saja terjadi kekacauan.
Semuanya tampak berakhir dengan baik, tetapi jauh di dalam hati Lee Seo-yeon tahu ini hanyalah awal dari kisah yang jauh lebih besar.
Lee Seo-yeon menarik napas dalam-dalam, mencoba merapikan pikiran yang saling bertabrakan di kepalanya. Semuanya terjadi terlalu cepat, begitu cepat hingga tak ada waktu untuk bersiap.
Angin sejuk berembus membawa aroma hujan tipis, seakan alam sendiri tahu bahwa sesuatu akan berubah untuk selamanya.
Malam itu Lee Seo-yeon tak bisa tidur. Ia menatap langit-langit sambil memikirkan semua yang terjadi, sebelum memutuskan sesuatu yang akan mengubah segalanya setelah ini.
Langkah kaki mendekat satu demi satu, hingga akhirnya berhenti di depan pintu yang sama. Keheningan yang menyusul begitu panjang hingga ia nyaris mendengar detak jantungnya sendiri.
Waktu berlalu lambat seperti diulur, setiap detik penuh ketegangan, hingga bunyi lonceng akhirnya memecah keheningan.
“Tenang saja. Kali ini aku tidak akan membuat kesalahan.” Lee Seo-yeon bergumam pada dirinya sendiri sebelum melangkah keluar menghadapi apa pun yang menunggu di depan.
Komentar 0
Belum ada komentar — jadilah yang pertama 💬