Bab 15 Pesan Hari Terakhir
Tiga hari setelah kejadian di Songpa, kabar Tim Hari Terakhir menyelamatkan Northstar dari dungeon peringkat B menjadi berita utama di semua media hunter. Para wartawan menunggu di depan penginapan sejak pagi, dan Asosiasi mengirim tawaran sponsor dengan dana besar, yang Minjun tolak dengan tulisan tangan yang sopan.
Malam itu, ketika semua orang tidur, Minjun terbangun di tengah malam karena cahaya merah di langit-langit. Jendela status melayang di atas wajahnya dengan pesan baru bercetak tebal. “Hari Terakhir: Gerbang Akhir akan terbuka dalam 14 hari.” Ia membeku, sebab inilah pesan yang pernah diperingatkan Seokjin.
Ia langsung menelepon Seokjin sesuai kartu nama tanpa ragu. Telepon diangkat pada dering kedua dan suara datar menjawab, “Bacakan semuanya kepadaku.” Setelah mendengar, Seokjin diam lama sebelum berkata, “Sepuluh tahun lalu, gerbang pertama yang terbuka di jantung Seoul bukan gerbang biasa. Itu gerbang percobaan, dan gerbang yang sebenarnya disegel.”
“Hanya ada satu orang yang membangkitkan jendela merah di setiap siklus,” lanjut Seokjin dengan suara rendah. “Catatan menyebut orang itu satu-satunya yang bisa menutup gerbang terakhir, tetapi tak seorang pun dari mereka sebelumnya selamat.” Minjun menelan ludah dengan susah payah. “Lalu apa yang harus kulakukan?” tanyanya lemah.
Seokjin hanya menjawab, “Jangan lakukan sendirian,” lalu memutus telepon. Minjun meletakkan ponselnya dan melihat Yuna bersandar di kusen pintu, wajahnya tenang tetapi matanya penuh pengertian. “Aku dengar,” katanya singkat. “Besok pagi kita rapat, dan kamu dilarang bilang ‘jangan khawatir’.”
Komentar 0
Belum ada komentar — jadilah yang pertama 💬