Lewati ke konten
Aku Berhenti Jadi Tokoh Antagonis Bab 13: Ibu yang Terlupakan
Aku Berhenti Jadi Tokoh Antagonis

Bab 13 Ibu yang Terlupakan

Baca ~1 mnt 4 9 Okt 2026 15:16

Suatu malam setelah kembali dari gudang, Marian duduk di samping tempat tidur Roselin. Ia bercerita bahwa ibunya dulu bekerja sebagai tabib di rumah sakit istana ketika sang Adipati masih seorang bangsawan muda. Ibunya sering berkata bahwa orang baik di istana sangat sedikit, dan yang terbaik di antara mereka adalah seorang wanita bernama Evelyn.

Roselin terpaku mendengar nama itu, sebab kunci kecil yang beberapa hari lalu ia temukan di dalam laci memiliki nama yang sama terukir di baliknya. Ia mengeluarkan kunci itu dan meletakkannya di meja. Marian melihatnya dan matanya melebar. “Itu kunci pintu besi di ujung lorong ini, Nona.”

Malam itu keduanya berjalan ke pintu kecil yang telah lama tersegel. Roselin memutar kunci dengan tangan sedikit gemetar. Pintu terbuka perlahan, debu beterbangan di cahaya lampu. Di dalamnya ada ruangan kecil dengan meja panjang tua, tumpukan buku menjulang, dan sebuah lukisan wanita muda berambut cokelat muda di dinding.

Di bawah lukisan itu terdapat kotak kayu kecil yang dibiarkan terbuka. Di dalamnya ada sepucuk surat dengan tulisan tangan wanita dalam lukisan itu. Surat itu mencatat bahwa ia menemukan sang Adipati menggelapkan obat-obatan kerajaan untuk dijual kepada pedagang asing. Ia menolak menandatangani pembukuannya, lalu diusir dari istana, dan tak seorang pun tahu ke mana ia pergi.

Roselin berlutut di ruang rahasia membaca surat di depan lukisan seorang wanita muda
Surat Evelyn di ruang rahasia

Roselin membaca surat itu sampai habis dan mendekapnya erat. Air mata yang tak pernah ditumpahkan pemilik asli tubuh ini mulai mengalir tanpa ia sadari. “Ibu…” gumamnya, lalu menoleh pada Marian. “Ini harus dibuktikan. Aku tak akan membiarkan kebenaran terkubur lagi.”

Komentar 0

Tulis komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama 💬

Laporkan masalah