Bab 4 Surat Pembatalan Pertunangan
Tiga hari kemudian, Roselin menulis surat sepanjang satu halaman penuh, meminta pembatalan pertunangan dengan Pangeran Caspian dengan alasan yang sopan dan jelas. Ia menyuruh Marian mengantarkannya ke istana kerajaan, tetapi tak ada balasan selama berhari-hari, hingga ia memutuskan datang sendiri dengan gaun perjalanan biru tua.
Di taman mawar di belakang istana, ia mendapati Pangeran Caspian sedang membaca sendirian. Rambut pirangnya jatuh menutupi halaman hingga tampak berkilau. Ia mendongak menatapnya, mata birunya sedingin es yang tak akan pernah mencair. “Lady Valent. Mengapa Anda datang menemuiku?”

Roselin duduk di seberangnya tanpa menunggu dipersilakan. Ia meletakkan surat itu di meja batu dan berkata terus terang, “Aku datang untuk meminta pembatalan pertunangan, karena kau dan aku sama-sama tahu pernikahan ini tidak lahir dari cinta.” Caspian membuka surat itu dan membacanya perlahan, seakan tak mendengar kalimat tadi sama sekali.
“Pertunangan ini adalah aliansi antara keluarga Valent dan keluarga kerajaan,” jawabnya tanpa menoleh. “Sebelum pesta ulang tahunku, tak seorang pun bisa menariknya kembali. Bukan Anda, bukan aku, bukan pula Adipati.” Roselin mengatupkan bibir. Itu jawaban yang sudah ia duga, tetapi dinginnya suara itu membuatnya merasa diawasi setiap saat.
Sebelum pergi, ia menoleh untuk mengajukan satu pertanyaan. “Menurutmu, apakah aku orang yang sama seperti dulu?” Sang pangeran terdiam lama, seperti menimbang sesuatu, sebelum menjawab pelan, “Aku belum yakin. Tapi apa yang baru kau katakan bukan sesuatu yang berani diucapkan Lady Valent yang dulu.”
Roselin melangkah keluar dari taman dengan jantung berdegup lebih kencang dari sebelumnya. Kini ia tahu bertahan hidup tidak akan semudah menulis rencana di buku catatan, dan bahwa orang yang paling harus ia waspadai mungkin bukan musuh yang terang-terangan.
Komentar 0
Belum ada komentar — jadilah yang pertama 💬