Bab 7 Persahabatan yang Tak Direncanakan
Sejak hari itu, Elara mampir ke meja perpustakaan Roselin setiap sore. Ia suka mengajukan pertanyaan sulit yang tak bisa dijawab kebanyakan buku sihir, dan lebih suka lagi ketika Roselin mengeluarkan kertas dan menggambar diagram langkah demi langkah.
Suatu hari Victor, putra seorang bangsawan pendukung istana, lewat dan menyenggol tumpukan buku Elara hingga berjatuhan ke lantai. Ia berkata dengan nada mencemooh, “Tidakkah kau tahu tempatmu? Orang sepertimu tak pantas belajar bersama kaum bangsawan.”

Roselin tidak berdiri untuk berdebat. Ia hanya membungkuk memungut buku-buku Elara satu per satu dengan tenang, lalu berkata datar, “Buku pelajaran ini dicetak dengan tinta dari pembuat perkakas di kota pelabuhan. Kau tak bisa membacanya karena kau tidak pernah membukanya.” Wajah Victor memerah padam, tetapi ia tak berani berkata sepatah kata pun lagi.
Elara menghela napas panjang. “Kau tak perlu membantuku sampai sejauh itu.” Roselin tersenyum tipis. “Aku bukan sedang membantumu. Aku hanya tidak suka melihat orang yang bekerja keras direndahkan oleh orang yang belum pernah membuka buku.”
Sejak itu keduanya bekerja sama. Elara mencatat hasil percobaan sementara Roselin merancang rumus yang memangkas penggunaan mana hingga setengahnya. Mereka perlahan menjadi rekan yang saling percaya, meski di hatinya Roselin tahu bahwa memiliki sahabat sejati di sekolah ini pun bisa berbahaya.
Komentar 0
Belum ada komentar — jadilah yang pertama 💬